Monday, September 18, 2017

Polisi Tembak 6 Perampok Sadis di Bekasi


Bekasi - Enam perampok yang biasa beroperasi di kawasan pabrik industri di Kabupaten Bekasi ditembak polisi. Mereka ditembak karena melawan petugas dengan senjata tajam.

Inisial enam tersangka yang ditangkap polisi dengan cara ditembak adalah M alias J (35), Jal (30), MW (40), E alias K (34), A alias G (29), dan AA (27). Sedangkan satu tersangka berstatus DPO berinisial Ef (27) masih dalam pengejaran.


Bantah Pencitraan, JK: Bantuan ke Rohingya Bentuk Tanggung Jawab

New York - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyebut pengiriman bantuan ke Rohingya sebagai bentuk pencitraan. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pengiriman bantuan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas bantuan masyarakat.

"Pemerintah selalu berbuat dan selalu ingin buat tindakan itu yang baik juga diketahui rakyat, sebagai pertanggungjawaban," kata JK di sela-sela kunjungannya di New York, Amerika Serikat, Senin (18/9/2017).





"Jadi antara pencitraan dan informasi beda sedikit. tapi tergantung niatnya. Kalau pemerintah niatnya bahwa yang pajaknya dibayarkan orang, apa yang disumbangkan itu terlaksana," sambungnya.

JK secara tegas membantah tuduhan Prabowo itu. Jikapun disebut sebagai pencitraan, JK menyebut hal itu sebagai pencitraan yang positif. 

"Ini serbasalah, diam-diam dikritik dan terbuka dikritik. Tidak apa-apalah. Indonesia juga penting kritikan seperti itu, supaya pemerintah lebih bekerja proporsional, jangan berlebihan," ucapnya.



Tidak hanya itu, pengumuman bantuan ke Rohingnya juga berefek pada pengamanan dalam negeri. Hal ini untuk mencegah aksi-aksi berlebihan kepada Rohingya di dalam negeri.

"Kalau diam, tidak publikasi, bisa jadi rakyat sendiri bertindak. Bisa kepung Kedutaan Myanmar," sebut JK. 

Prabowo : kirim bantuan ke Rohingya itu pencitraan


http://pojokqq.com/?ref=adminnn001

Jakarta
 - Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga etnis Rohingya Myanmar yang mengungsi ke Bangladesh. Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut bantuan yang dikirimkan hanya bentuk pencitraan semata.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berorasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017). Sebelum memberikan bantuan ke luar negeri, Indonesia, menurutnya, harus kuat terlebih dahulu di dalam.

"Tapi kita memperkuat diri supaya orang denger kita bicara. Terus terang saja, negara kita sedang dalam keadaan tidak punya uang karena kita utang terus, kita pinjam uang untuk biaya, kita pinjam uang," ujar Prabowo di depan massa aksi.


"Kekayaan kita bocor, kita tidak bisa jaga kekayaan kita sendiri," imbuhnya.

Prabowo kemudian berbicara soal bantuan yang diberikan Indonesia kepada pengungsi Rohingya. Dia menyebut bantuan tersebut adalah bentuk pencitraan.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat, kaum Rohingya kita bantu. Kalaupun kita sekarang kirim bantuan, menurut saya, itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang," kata Prabowo. 

"Jadi Saudara-saudara, di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional. Kita harus tunjukkan Islam yang tenang, Islam yang melindungi semuanya," imbuhnya.

Baca Juga: Membantu Rohingya Tanpa Senjata

Prabowo meminta kepada umat Islam untuk menebar kedamaian Islam. Dengan begitu, Islam akan dihormati dan disegani seluruh dunia.

"Kalau mereka menindas kaum muslim, kita tunjukkan kita beri keamanan. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin. Sejuk tidak berarti jadi kambing, sejuk tidak berarti dibohongin terus-menerus," papar Prabowo.

Dia lantas menyinggung kondisi bangsa Indonesia yang dianggap belum kuat saat ini. Prabowo percaya Indonesia akan kembali kuat nantinya.


"Kaum Rohingya pada saat Indonesia kuat, Indonesia akan tunjukkan, hidupkan suatu masyarakat yang aman, damai, sejahtera. Kalau kita tidak kuat, inilah yang terjadi. Kita sendiri jadi tamu di rumah kita sendiri, kalau yang punya rumah," tuturnya.





Bicara soal bantuan ke Rohingya, Indonesia sebenarnya sudah mengirimkan enam pesawat bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya. Bantuan itu bukan hanya dari pemerintah, namun juga dari pihak-pihak lain yang menyalurkannya secara bersamaan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik masyarakat, ormas, pemda, pengusaha yang bersama-sama nantinya kirimkan bantuan untuk saudara kita kepada pengungsi di Rakhine State, baik di Myanmar maupun Bangladesh," ungkap Jokowi melepas penerbangan bantuan untuk Rohingya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9). 
(elz/fdn)
Sumber cerita detiknews  ||  http://pojokqq.com/?ref=adminnn001